POHON BERINGIN
Beringin yang disebut juga waringin atau dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia. Varietas beringin yang baru saja dideskripsikan, Ficus benjamina var. Bracteata ditemukan di hutan karang yang terangkat di daerah Taiwan selatan. Beberapa spesies beringin juga telah dinaturalisasi di Hindia Barat serta di negara bagian Florida dan Arizona di Amerika Serikat.
iri-ciri Beringin
Ficus benjamina termasuk salah satu tanaman dari famili Moraceae yang mudah tumbuh di berbagai kondisi lahan termasuk lahan kering. Pohon beringin termasuk tanaman cepat tumbuh dengan kecepatan pertumbuhan 65 mg-1/hari.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dan karakteristik pohon beringin yaitu:
A. Akar
Pohon beringin termasuk jenis tanaman berakar tunggang dan memiliki akar berwarna coklat. Akar pada pohon ini menyebar sehingga sanggup berperan sebagai penopang pohon besar tersebut.
Bentuk persebaran akar pohon beringin mirip jaring sehingga berfungsi pula seperti sebuah jaring yang bisa mengamankan kebutuhan nutrisi pohon tersebut. Ketika sudah dewasa atau berusia tua, tumbuhan ficus atau beringin akan memunculkan akar gantung.
Pada akar beringin, setelah mencapai tanah berfungsi menyerap unsur hara dari tanah, bagian yang berada diatas tanah berubah menjadi batang.
B. Batang
Batang beringin mencapai tinggi hingga 40−50 m dengan diameter batang mencapai 100−190 cm. Beringin memiliki batang tegak, bulat, bentuk batang seperti silindris percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung berwarna coklat kehitaman.
Namun, ukuran beringin tentunya juga tergantung dari kesuburan pohon itu sendiri.
C. Daun
Beringin memiliki daun berbentuk oval, daun tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, berwarna hijau.
Permukaan daun licin (leavis) atau mengkilap (nitidus), memiliki sisik daun : pada daun seperti ini, daun menjadi tipis, kering dan membentuk sebuah membran yang memiliki struktur seperti kertas dan berfungsi melindungi tunas.
Pada dasarnya fungsi daun beringin adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis, pertukaran CO2 dan O2 serta media penguapan air.
D. Bunga
Beringin juga memiliki bunga jenis tunggal dan bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau. Sementara itu, mahkota bunga beringin berbentuk bulat yang berwarna kuning kehijauan sedangkan bagian putik dan benang sari memiliki warna kekuningan dengan permukaan yang halus.
Bunga pada tumbuhan beringin umumnya akan tumbuh di area ketiak daun.
E. Buah
Buah dari pohon beringin ini disebut dengan buah buni berdaging tebal, yakni buah dengan bentuk bulat memanjang dengan panjang 0,5-1 cm.
Warna buah beringin terbagi menjadi tiga sesuai usianya. Ketika masih muda buah ini berwarna hijau. Apabila sudah setengah masak akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang sudah masak kulit buahnya akan berwarna merah.
Buah beringin termasuk buah majemuk dengan tipe Syconus yaitu buah ini berkembang dari hypanthodium inflorescence.
F. Biji
Biji buah beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya.
Warna biji yang masih muda biasanya kuning pucat sedangkan biji pada buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman.
Pada dasarnya fungsi biji pada pohon beringin adalah untuk alat kembang biak pohon
G. Ranting
Mampu menyerap racun (polutan) dan CO2 di udara serta menghasilkan oksigen sehingga udara menjadi lebih segar. Pada batang pohon akan tumbuh akar gantung yang berfungsi sebagai respirasi. Akar tersebut lama kelamaan akan masuk ke dalam tanah dan berfungsi untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.
Mampu menyerap racun (polutan) dan CO2 di udara serta menghasilkan oksigen sehingga udara menjadi lebih segar. Pada batang pohon akan tumbuh akar gantung yang berfungsi sebagai respirasi. Akar tersebut lama kelamaan akan masuk ke dalam tanah dan berfungsi untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.
Dewasa ini, penelitian dan pengembangan tumbuhan obat baik di dalam maupun di luar negeri berkembang pesat. Penelitian yang berkembang terutama pada segi farmakologi maupun fitokimia berdasarkan indikasi tumbuhan obat yang telah digunakan sebagian masyarakat dengan khasiat yang teruji secara empiris. Hasil penelitian tersebut, tentunya lebih memantapkan para pengguna tumbuhan obat akan khasiat maupun kegunaannya (Dalimartha, 2000).
Daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak (Dalimarta, 2000). Daun, akar dan kulit batang beringin mengandung beberapa senyawa kimia diantaranya saponin, flavonoid dan polifenol (Farihah, 2008).
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa ekstrak etanol akar gantung beringin memberikan efek antiinflamasi (Hasti, et al., 2009) dan antipiretik (Hasti, et al.,2011). Penelitian lainnya tentang Ficus benjamina L. telah diketahui dari daun beringin mengandung cinnamic acid, narigenin, lactosa, quercetin, dan cafffeic acid yang juga mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap cell line T-Limphoblastic Leucemic (CEM-SS), sedangkan pada kulit batangnya mengandung stigmasterol ( Almahy et al., 2003). Farihah (2008) dalam penelitiannyapun menyatakan adanya sifat toksik daun beringin terhadap Artemia salina Leach. Penelitian lainnya menyatakan bahwa ekstrak etanol, fraksi heksan dan etil asetat akar gantung beringin memiliki efek analgetika (Hasti, et al., 2011).
Agar obat tradisional dengan bahan baku ekstrak etanol daun beringin ini dapat menjadi obat herbal terstandar, maka perlu juga dilakukan uji praklinik berupa uji keamanan yang mencakup uji toksisitas akut dan tertunda dari ekstrak. Berdasarkan penelitian terhadap efek analgetika dari akar gantung beringin maka penulis tertarik untuk meneliti efek analgetik dari daun tumbuhan tersebut yang akan dicobakan pada mencit putih jantan (Mus musculus.L) dilanjutkan dengan uji toksisitas akut dan tertunda dari ekstrak etanol daun beringin. Penelitian efek analgetik ekstrak etanol daun beringin beringin menggunakan metoda writhing test yaitu mengamati geliat mencit setiap periode 10 menit terhadap pemberian ekstrak etanol daun beringin pada mencit putih jantan.
Dalam kehidupan sehari-hari, beringin sering dijadikan bonsai oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan beringin yang sering dijadikan bonsai antara lain:
1. Beringin Elegan (Ficus microcarpa var.)
2. Beringin Kimeng (Ficus microcarpa 'Kinmen')
3. Beringin Korea (Ficus microcarpa var. crassifolia)
4. Beringin Dolar (Ficus microcarpa var. latifolia)
5. Beringin Benjamin (Ficus benjamina)
6. Beringin Filipina (Ficus neriifolia)
7. Beringin Amplas (Ficus tinctoria subsp. gibbosa)
SISI RELIGIUS POHON BERINGIN BAGI UMMAT HINDU
bringin tersebut terletak di jaba pura Desa, Desa Sedang
